Tampilkan postingan dengan label Busana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Busana. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 November 2012

Cara Menyimpan Pakaian Berdasarkan Jenisnya

Cara Menyimpan Pakaian Berdasarkan Jenisnya - Busana atau pakaian yang kita kenakan beragam jenisnya. Mulai dari kaus hingga jas. Selain itu, bahan dasarnya pun bermacam-macam. Agar busana atau pakaian kita tidak rusak atau kusut, kita harus memerhatikan jenis busananya sewaktu disimpan dalam lemari karena beda jenis busana, beda cara penyimpanannya. Nah, berikut ini adalah informasi mengenai jenis busana dan cara penyimpanannya. Selamat menyimak.

1.Baju pesta seperti gaun, kebaya, stola, dan selendang, harus digantung dan diberi pelapis plastik. Untuk mencegahnya kusut, jaga jaga jarak antargantungan. Jangan menggunakan gantungan dengan ujung yang tajam pada baju berpayet agar tak mudah robek.

2.Busana dengan bahan rajutan yang bersifat stretch, contohnya cardigan atau sweater, sebaiknya dilipat agar tidak melar.

3.Busana santai semisal kaus dan celana pendek, sebaiknya dilipat untuk menghemat tempat. Nah, agar memudahkan sewaktu mengambilnya, atur jumlah tumpukannya maksimal 10 potong.

4.Jas, blazer, dan jaket yang berbahan dasar polyester, katun, drill, wol, dan linen, simpanlah dalam posisi tergantung dengan gantungan berbahan kayu atau yang mempunyai bantalan busa. Hal ini berguna untuk menjaga bentuk busana.

5.Kain dengan bordiran, contohnya adalah songket. Kain jenis ini sebaiknya disimpan dengan cara digulung dan harus diberi lapisan kertas roti sebelum penggulungan.

6.Kaus kaki dan stocking sebaiknya disimpan dengan cara terlipat mirip saat kita pertama kali membelinya. Karena bila menyimpan kaus kaki dengan cara menggulungnya seperti bola akan membuat kaus kaki mudah berubah bentuk dan melar pada sisi tertentu saat lama tak digunakan.

Itulah informasi mengenai cara menyimpan busana berdasarkan jenisnya. Semoga bermanfaat bagi para pembaca.

Sabtu, 17 Maret 2012

Simbol-simbol pada Label Pemeliharaan Pakaian

Pada pakaian seperti kemeja, celana, handuk dan lain sebagainya, biasanya tercantum sebuah label pemeliharaan di bagian dalamnya. Label ini berisi simbol-simbol yang menuntun kita dalam memelihara pakaian tersebut agar awet dan tahan lama. Karena setiap pakaian tidak sama bahan kain pembuatnya sehingga diperlukan perlakuan khusus untuk masing-masing jenis kain. Misalnya saja, ada pakaian yang terbuat dari kain nilon, sutera, wol, katun, linen dan lain-lain.

Label Pemeliharaan
Simbol-simbol yang ada di label pakaian ini biasanya juga dilengkapi dengan keterangan singkat yang menjelaskan arti dari simbol-simbol yang tercantum di label tersebut. Simbol-simbol pemeliharaan pakaian ini banyak ragamnya. Simbol-simbol ini biasanya terbagi dalam 7 kelompok, yaitu temperatur, pemutih, pencucian, dry cleaning, pengeringan, pemerasan, dan suhu setrika.

Nah, berikut ini 7 kelompok simbol yang harus diperhatikan dalam merawat pakaian agar awet dan tidak cepat rusak.

1. Simbol Temperatur

Simbol-simbol Temperatur.
Simbol temperatur menunjukkan suhu atau temperatur yang dibutuhkan atau yang dapat ditolerir oleh pakaian tersebut. Jika tak ada tanda-tanda pada simbol bak berisi air, maka kita mencuci pakaian tersebut dengan suhu normal.

2. Simbol Pemutih

Simbol-simbol Pemutih
Simbol pemutih ini digambarkan dengan segitiga. Jika pada label pakaian terdapat gambar segitiga, berarti kita boleh memakai pemutih. Sedangkan gambar segitiga berwarna hitam disilang artinya kita dilarang untuk memakai pemutih pada pakaian tersebut.

3. Simbol Pencucian

Simbol-simbol Pencucian
Kalau pada simbol bak cuci terdapat gambar tangan, berarti pakaian ini dicuci dengan tangan atau manual tidak boleh dengan mesin cuci.

4. Simbol Dry Clean

Simbol-simbol Dry Clean
Dry Clean merupakan cara mencuci untuk menghilangkan noda-noda yang membandel seperti tanah liat, cat atau bahan kimia yang tumpah dan menempel pada pakaian dengan menggunakan sedikit air atau tanpa air sama sekali. Cara mencuci seperti ini dapat membuat warna pakaian pudar dan mengerut. Kalau ada gambar lingkaran, berarti pakaian ini boleh di-dry cleaning. Sedangkan jika logo lingkaran tersebut diberi tanda silang artinya pakaian tersebut tidak boleh di-dry cleaning.

5. Simbol Pengeringan

Simbol-simbol Pengeringan
Panduan untuk mengeringkan pakaian ini digambarkan dengan logo lingkaran dalam persegi. Pakaian harus dikeringkan dengan suhu rendah bila hanya ada satu titik dalam lingkaran. Sedangkan jika ada tanda silang pada logo, berarti pakaian tidak boleh dikeringkan dengan mesin.

6. Simbol Suhu Setrika

Simbol-simbol Suhu Penyetrikaan
Jika ada satu titik di dalam logo setrika, berarti pakaian disetrika dengan suhu rendah. Makin banyak titiknya, makin tinggi derajat suhunya. Bila gambar setrika diberi tanda silang artinya pakaian tidak boleh disetrika.

7. Simbol Pemerasan Pakaian

Simbol Jangan Diperas
Tidak semua pakaian boleh diperas sehabis dicuci. Bila kita menemukan logo pakaian diperas yang disilang artinya kita dilarang untuk memeras pakaian tersebut.


Sumber gambar: gugling.com