Tampilkan postingan dengan label SMS Tipu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SMS Tipu. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 Agustus 2011

I Love You Sayang

P
agi hari di kala aku tertidur karena tak kuat menahan rasa kantuk yang sangat, aku terbangun karena mendengar dering SMS berbunyi dari ponselku. Tidak seperti biasanya aku mendapat SMS di pagi hari. Paling kalau ada SMS diterima saat siang atau sore hari. Itu pun SMS dari provider kartu telepon ponsel tersebut yang menginformasikan akan memberikan bonus jika aku mengisi ulang hari ini. Memang sudah sebulanan ini kartuku berada dalam masa tenggang.

Kembali ke topik tulisan ini. Karena penasaran dengan siapa yang mengirim SMS, maka aku pun segera membukanya. Ternyata begitu dilihat, SMS itu berasal dari nomor yang tidak aku kenal. Setelah aku baca isinya, sepertinya aku sudah sering menerima SMS semacam ini beberapa waktu yang lalu. Namun kali ini, aku menemukan sesuatu yang baru di SMS tersebut.

SMS yang dikirim dari nomor 08991764XXX berbunyi sebagai berikut:
Blikan aku plsa 20 rb syg di nmr ini,081355362XXX nnt aq tlpn km,ilove you
Isi SMS di atas memang meminta untuk dibelikan pulsa. Tetapi, tokoh pengirimnya bukan merupakan seorang yang mengaku-ngaku sebagai bapak atau ibu kita seperti yang sudah-sudah, melainkan dari pasangan atau kekasih kita. SMS penipuan seperti ini memang sudah sering beredar di masyarakat. Kita harus pintar-pintar menyikapinya agar tidak ikut terjebak menjadi salah satu korban berikutnya.

Sabtu, 02 April 2011

Bapak Minta Dibelikan Pulsa

Kemarin siang sekitar pukul 13:33, ponsel saya berdering pertanda ada SMS yang masuk. Saya kemudian melihatnya, ternyata ada SMS dari nomor yang tidak tersimpan di buku telepon. Setelah dibuka, SMS tersebut berbunyi sebagai berikut:
Tulung tukune Bpk pulso 20 rb nan nmr anyar Bpk,iki nmre 081218529xxx, saiki,penting,mergo bpk ono mslah,ojo nlpn/sms.mengko bpk seng nelp awakmu

Lucu juga saat saya membacanya. Koq bapak saya bisa berbahasa Jawa yah? Padahal kan ayah saya orang Jakarta. Lagi pula ayah saya tidak dapat mengoperasikan ponsel. Memang belakangan ini saya sudah beberapa kali dikirimi SMS minta dibelikan pulsa oleh orang yang mengaku-ngaku sebagai bapak saya. Namun,  SMS-SMS sebelumnya berbahasa Indonesia, baru kali ini yang berbahasa daerah seperti itu.

Zaman sekarang ada-ada saja cara untuk menipu orang. Salah satunya, ya, dengan cara seperti ini. Operator seluler sekarang banyak yang menawarkan SMS bonus atau gratis. Hanya dengan mengirim beberapa SMS saja akan mendapatkan bonus SMS sampai ribuan jumlahnya. Dengan biaya yang murah dapat mengirim SMS ke banyak nomor. Hal ini dimanfaatkan oleh orang-orang tertentu untuk menipu orang lain.